Assalamualaikum Imam...
Telah merekah kuncup penantianku
Awalnya, aku tak percaya
Hingga bimbang merajaiku
Lalu, semesta datang
Meyakinkan
Bahwa kamu bukanlah dusta
Kamu ada dan akan setia
Bersamamu, Tuhan memetakan takdir baru untuk hidupku
Imamku...
Banyak purnama kulalui dalam titian sabar
Dalam dekapan rindu yang terus diselimuti waktu
Kini, setelah semua
Semesta mengirim dirimu
Sebagai jawaban doa dipenghujung malamku
Imamku...
Pada puncak letih penantianku
Datanglah dengan sejuta cinta yang tak pernah padam
Seperti pijar cinta Rasulullah kita
Kusadari Imamku
Aku bukanlah wanita semulia Khadijah
Setegar Fatimah
Sepandai Aisyah
Aku hanyalah wanita yang akan selalu mengantarmu dengan penuh restu sembari mencium tanganmu, sebelum kau pergi menganyam masa depan keluarga kita
Aku hanya wanita yang akan selalu mencium wangi kemejamu dikidung kerinduan kita
Aku hanya wanita yang setia menantimu kembali mengais nafkah meski malam telah pekat
Aku hanya wanita yang setia berkarib denganmu pun beralas tikar dan mengulum garam
dan aku hanya wanita yang ingin selalu menyebut namamu dalam sujud panjangku
Imamku...
Kau dan aku
Kini telah menjadi kita
Dua orang asing yang ditakdirkan bersama dan direstui semesta
Imamku...
Tak peduli musim berganti
Tetaplah disisi
Karena aku mencintaimu
Dalam waktu yang tak pernah kau tau
Jayabakti, 14 September 2017










