Pagi ini sangat cerah, angin berhembus dengan lembut melalui jendela
kaca yang sudah terbuka sejak shubuh tadi, seolah mengabari gundah yang
menyelimuti hati. Pagi ini juga kuingin awali dengan senyuman dan
secercah harapan. Hari ini dia kembali lagi ke Gorontalo, setelah cuti
kerja selama seminggu di Surabaya untuk menengok orang tuanya atau mungkin juga menengok dia, kekasihnya yang sudah menjadi tunangannya.
Dia adalah lelaki yang kukagumi sejak awal bulan September 2013 lalu
sampai sekarang, walaupun aku tau tak ada ruang kosong lagi dihatinya.
Semata-mata hanya ada Allah, keluarga dan kekasihnya, namun kubiarkan