16 Juni 2016
11 Ramadhan 1437 H
KAULAH WANITA TERBAIKKU
Aku memanglah bukan
adik yang baik. Akhir-akhir ini, aku malah sibuk mengingat ulang tahun orang
lain. Orang yang belum tentu peduli padaku. Hingga aku lupa akan ulang tahunmu.
Padahal setiap ulang tahunku, kau selalu rutin mengirimiku kado. Maafkan aku,
Kak. Aku sungguh lupa. Itupun kau sendiri yang mengingatkan. Ulang tahunmu
sudah lewat dua hari yang lalu. Tapi percayalah, disetiap doaku, namamu tak
pernah aku lupakan. Kau adalah orang yang sangat berjasa dalam hidupku.
Kau adalah wanita
terbaikku. Wanita hebat dan tegar. Kau bisa berperan menjadi Ibu sekaligus Ayah
buatku. Sampai kapanpun, aku takkan bisa membalas segala pengorbananmu. Kau
selalu peduli kepadaku. Teramat peduli. Aku saja yang seringkali menyalah
artikan segala bentuk kepedualianmu. Sekali lagi maafkan aku. Maaf atas sikapku
yang dulu-dulu.
Kau masih ingat? Waktu
kecil kita berdua sering kali bertengkar. Hampir setiap hari. Setiap hal selalu
saja berujung dengan pertengkaran. Kau selalu saja melarangku. Tak boleh ini
dan itu, tak bisa kesini dan kesitu. Semua tak bisa. Bahkan memilih baju
lebaranpun, aku tak berhak. Kau yang berkuasa atas segala apa yang aku pakai.
Kau selalu saja membelikanku baju berwarna cream. Padahal aku sangat menyukai warna hijau. Kita tak pernah tau kesukaan
masing-masing. Kau hanya menerapkan semua yang terbaik menurutmu.
Aku masih ingat, saat
aku melempar gelas kaca padamu, karena kau melarangku ikut piknik di sekolah
dulu. Aku juga pernah melemparkan tempurung padamu, saat kau memutuskan untuk
ikut piknik pada kesempatan lainnnya. Dan lagi-lagi kau melarangku untuk ikut
mandi dengan teman-temanku. Katamu nanti aku hanyut. Padahal semua siswa
diperbolehkan mandi ditepi sungai waktu itu.
Saat aku beranjak remaja,
kau semakin over protective. Setiap kali
pulang malam dengan teman-temanku, kau selalu memeriksa seluruh badanku.
Mencium kalau ada bau asap rokok menempel dibajuku. Padahal aku hanya pergi
dengan teman-teman sekompleks. Aku tidak bisa terlambat pulang pada jam yang
sudah kau tentukan. Kau akan menyusulku walaupun baru telat satu menit saja.
Aku masih ingat
sakitnya, saat kau menghempaskan jaket jeans ke wajahku, tepat dihadapan semua
teman-temanku. Kancing besinya mengenai pelipisku. Aku menyumpahimu dalam hati.
Sambil menangis dan mengadu pada Nenek. Setelah kejadian itu, kau mengurungku
berminggu-minggu dirumah.
Kemudian kita berpisah.
Aku memilih sekolah yang jauh dari rumah. Tinggal terpisah jauh darimu. Kau
mengizinkannya, karena kau percaya sekolah yang ku pilih adalah sekolah
terbaik. Dan itupun karena ada kakak sepupu yang bisa menjadi mata-matamu
disana, kalau sampai aku berbuat macam-macam
Semenjak tinggal jauh
darimu. Tiba-tiba ada perasaan aneh yang tumbuh dalam hatiku. Aku mulai merindukanmu.
Merindukan setiap omelanmu, kemarahanmu dan segala hal yang membuat kita
bertengkar. Ya, aku merindukanmu. Perlahan-lahan aku mulai menyadari satu hal,
bahwa semua yang kau lakukan adalah semata-mata untuk kebaikanku. Kau teramat
sangat menyayangiku, hingga tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padaku.
Ternyata kau juga
merasakan hal yang sama. Kita berdua mulai saling merindukan. Saat liburan
tiba, kau selalu memasakkan makanan kesukaanku. Kau tak pernah lagi melarangku.
Mungkin karena aku telah dewasa. Kepercayaan mulai kau tanamkan padaku. Kita
tak pernah lagi bertengkar, kau mulai menanyai warna kesukaanku, kau
memperbolehkanku memilih baju yang aku suka. Kau mulai memperbolehkanku
berteman dengan siapa saja.
Saat lulus, aku
memutuskan untuk tetap tinggal terpisah darimu. Aku bekerja sambil membiayai
kuliahku. Namun lagi-lagi kau masih saja mengirimiku uang untuk membayar
SPP-ku. Kau membelikanku Laptop, bahkan setiap dua mingggu sekali kau sering
mengirimiku persediaan makanan, padahal kiriman sebelumnnya belum habis.
Sampai aku lulus
kuliah, kau masih saja memanjakanku, masih rutin mengirimiku persediaan
makanan, kadang membiayai kosku. Mengirimiku kue-kue kesukaaanku. Bahkan rutin
mengirimiku kado ulang tahun setiap tahunnya.
Setiap hari kau sering
menelponku, menanyakan kabarku, menanyakan kegiatanku. Kau selalu bangga dengan
prestasi yang kuraih. Aku masih ingat dulu, kau pernah memarahiku karena hobby
menulis Diary, katamu orang yang sering menulis buku harian akan cepat mati.
Entah dari mana kepercayaan itu. Yang jelas, semua cerpen yang kutulis
dikertas, kau buang begitu saja. Tapi sekarang, semua berbeda. Saat cerpen
pertamaku dimuat dikoran. Kau foto copy perbanyak dan menyebarkannya keseluruh anggota
keluarga kita. Begitu juga saat aku memenangkan lomba menulis surat, hampir
seisi kampung kau beritahu.
Saat ulang tahunku yang
ke-24 kau datang menemuiku langsung ke Gorontalo. Merayakan bersama-sama. Kau
juga mulai mencemaskan tentang jodohku. Kau mulai repot bertanya-tanya ini itu.
Ah.. kau terlalu peduli padaku, teramat peduli. Maafkan aku atas kesalahanku
yang dulu-dulu.
Dulu kau sering
melarangku, sekarang kaulah orang pertama yang selalu mendukungku. Kaulah orang
pertama yang teramat peduli padaku. Kita sering bertanya kabar lewat telpon
berjam-jam. Kau masih saja sering mengirimiku persediaan makanan.
Mengirimu uang, bahkan masih tetap rutin
mengirimiku kado ulang tahun, padahal usiaku sekarang sudah 26 tahun. Namun
perlakuanmu tak pernah berubah, masih tetap menganggapku sebagai adik kecilmu
yang cengeng.
Sampai kapanpun, aku
takkan pernah bisa membalas semua pengorbananmu untukku. Kau adalah wanita
terhebatku. Kau bisa menjadi Ibu sekaligus Ayah buatku. Terimakasih, Kak. Aku
menyayangimu. Sungguh, sangat menyayangimu.
Selamat
ulang tahun yang ke-34 Kak…
Semoga segala cita-cita
muliamu tercapai, Semoga segala keinginanmu untukku terkabul, Semoga Allah
selalu mengabulkan segala pintamu, Semoga Allah melipat gandakan rezekimu,
Semoga Allah senantiasa menjagamu, dan semoga aku masih punya kesempatan untuk
bisa membahagiakanmu.
Aku
mencintaimu Kakak, Selalu dan selamanya.
copas picture:
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-5Pqyw5msYWI%2FVrcLwUzlkPI%2FAAAAAAAABuY%2F3-GzwupS5F8%2Fs1600%2Fkata%252Bkata%252Bucapan%252Bselamat%252Bulang%252Btahun%252Buntuk%252Bkekasih.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fucapanselamatulangtahun123.blogspot.com%2F2016%2F02%2Fkata-kata-ucapan-selamat-ulang-tahun-untuk-kekasih.html&docid=6iIPiP9MYet6DM&tbnid=8dVW4BC6q2sd5M%3A&w=1000&h=667&bih=619&biw=1034&ved=0ahUKEwjc7MTY4LvNAhWEsI8KHSO7B5oQMwiIAShhMGE&iact=mrc&uact=8