Kamis, 27 Oktober 2016

SEKADAR MENGINGATMU SAJA

26 Agustus 2016

SEKADAR MENGINGATMU SAJA

Empat belas hari setelah kejadian itu. Aku benar-benar melupakanmu. Sedikitpun tak mengingatmu. Meski terkadang mereka mengingatkan, tapi tak sedikitpun hati ini bergeming. Aku benar-benar melupakanmu. Tak ada usaha apapun untuk itu. Hanya saja, aku benar-benar tak mengingatmu saat ini. Aku juga tak mengerti apa yang terjadi dengan hatiku.
Empat belas hari setelah kejadian itu. Aku tak pernah berniat untuk mengetahui segala sesuatu yang kau lakukan. Aku membebaskanmu. Aku tak ingin membatasi langkahmu. Aku tak peduli lagi padamu. Sama tak pedulinya, ketika aku tidak menatap punggungmu yang perlahan menghilang dibalik pintu sore itu.
Empat belas hari setelah kejadian itu. Aku membujuk hatiku dan mengatakan ‘Semua akan baik-baik saja’. Dan kujalani hari apa adanya, tanpa ada bayangmu sama sekali. Aku benar-benar merasa bahwa kita sedang berada dibelahan dunia yang berbeda. Dan aku masih meyakinkan diriku kalau semua akan baik-baik saja tanpamu.
Empat belas hari setelah kejadian itu. Tiba-tiba beberapa pertanyaan muncul kepermukaan. Pertanyaan mereka yang benar-benar mengusik hatiku. Tak ada yang bisa kujawab. Aku masih tak mengerti apa yang terjadi kepada kita. Aku masih tidak mengerti dengan perasaan yang tiba-tiba terasa mengganjal di dadaku.
Empat belas hari setelah kejadian itu. Hari ini. Aku mengingatmu. Tiba-tiba saja mengingatmu. Aku masih bingung dengan perasaan yang tiba-tiba datang ini. Aku tidak pernah mengundangnya. Akupun tidak tau apa namanya, yang jelas aku merasa tidak nyaman. Ada gemuruh aneh, yang seolah memaksa ingin keluar. Dan itu membuatku gelisah.
Aku mengingatmu. Hanya itu saja. Tak ada yang lain. Hanya sekedar mengingatmu. Aku tak peduli hari ini kau mengingatku atau tidak, yang jelas aku memberikan kesempatan kepada hatiku untuk mengingatmu hari ini.
Mungkin aku bodoh atau tolol hingga tak tau ini perasaan apa? Ataukah egoku yang terlalu tinggi untuk menyimpulkan, kalau rasa yang tiba-tiba datang ini adalah rindu. Kenapa susah sekali untuk mengakuinya? sama susahnya ketika aku berusaha untuk mengeja kata yang terdiri dari lima huruf itu.

Entahlah, aku hanya mencoba berdamai dengan hatiku. Apapun namanya perasaan ini, apapun bentuknya, apapun warnanya, apapun wujudnya. Aku sudah memutuskan hari ini, aku ingin mengingatmu. Itu saja.

0 komentar:

Posting Komentar