26 Agustus 2016
SEKADAR MENGINGATMU
SAJA
Empat belas hari
setelah kejadian itu. Aku benar-benar melupakanmu. Sedikitpun tak mengingatmu.
Meski terkadang mereka mengingatkan, tapi tak sedikitpun hati ini bergeming.
Aku benar-benar melupakanmu. Tak ada usaha apapun untuk itu. Hanya saja, aku
benar-benar tak mengingatmu saat ini. Aku juga tak mengerti apa yang terjadi
dengan hatiku.
Empat belas hari
setelah kejadian itu. Aku tak pernah berniat untuk mengetahui segala sesuatu
yang kau lakukan. Aku membebaskanmu. Aku tak ingin membatasi langkahmu. Aku tak
peduli lagi padamu. Sama tak pedulinya, ketika aku tidak menatap punggungmu
yang perlahan menghilang dibalik pintu sore itu.
Empat belas hari
setelah kejadian itu. Aku membujuk hatiku dan mengatakan ‘Semua akan baik-baik
saja’. Dan kujalani hari apa adanya, tanpa ada bayangmu sama sekali. Aku
benar-benar merasa bahwa kita sedang berada dibelahan dunia yang berbeda. Dan
aku masih meyakinkan diriku kalau semua akan baik-baik saja tanpamu.
Empat belas hari
setelah kejadian itu. Tiba-tiba beberapa pertanyaan muncul kepermukaan.
Pertanyaan mereka yang benar-benar mengusik hatiku. Tak ada yang bisa kujawab.
Aku masih tak mengerti apa yang terjadi kepada kita. Aku masih tidak mengerti
dengan perasaan yang tiba-tiba terasa mengganjal di dadaku.
Empat belas hari
setelah kejadian itu. Hari ini. Aku mengingatmu. Tiba-tiba saja mengingatmu.
Aku masih bingung dengan perasaan yang tiba-tiba datang ini. Aku tidak pernah
mengundangnya. Akupun tidak tau apa namanya, yang jelas aku merasa tidak
nyaman. Ada gemuruh aneh, yang seolah memaksa ingin keluar. Dan itu membuatku
gelisah.
Aku mengingatmu.
Hanya itu saja. Tak ada yang lain. Hanya sekedar mengingatmu. Aku tak peduli
hari ini kau mengingatku atau tidak, yang jelas aku memberikan kesempatan kepada
hatiku untuk mengingatmu hari ini.
Mungkin aku
bodoh atau tolol hingga tak tau ini perasaan apa? Ataukah egoku yang terlalu
tinggi untuk menyimpulkan, kalau rasa yang tiba-tiba datang ini adalah rindu.
Kenapa susah sekali untuk mengakuinya? sama susahnya ketika aku berusaha untuk
mengeja kata yang terdiri dari lima huruf itu.
Entahlah, aku
hanya mencoba berdamai dengan hatiku. Apapun namanya perasaan ini, apapun
bentuknya, apapun warnanya, apapun wujudnya. Aku sudah memutuskan hari ini, aku
ingin mengingatmu. Itu saja.







0 komentar:
Posting Komentar