27 Agustus 2016
TERNYATA AKU KELIRU
Tanggal
27 untuk yang kesekian kalinya. Aku tersenyum kecut mengingatnya. Hari ini
adalah hari yang penting bagi kita. Kita akan merayakan hari ini dengan
jalan-jalan seputaran kota, nonton film berdua, atau sekedar makan dikaki lima.
Ah, itu tak lagi kita lakukan. Sudah dua kali tanggal 27 dan hanya aku yang
mengenangnya. Ini adalah hari yang paling indah bagi kita, mungkin hanya
bagiku.
Sudah
enam belas hari kita saling memunggungi. Tak bertatap muka. Apalagi saling berkabar.
Tadi sore tiba-tiba kau menelponku, sekedar basa-basi. Aku bisa menangkap ada
keraguan yang membatasi percakapan kita. Tak banyak yang kita bicarakan, hanya
lebih banyak diam. Saling mendengarkan helaan nafas. Saat kau hendak mengakhiri
pembicaraan, kupaksakan hati untuk bertanya.
“Tidak ingat
sesuatu?” aku menggigit bibir, menunggu jawabanmu diseberang telepon.
“Aku ingat. Dari
semalam juga ingat.” Jawabmu yang meninggalkan rasa sejuk dihatiku.
Ternyata kau
mengingatnya. Kau mengingat hari ini. Aku bahagia. Memasang telinga mendengar
suara bunyi motormu, memasang hati sekuat mungkin saat bertatap mata nanti.
Tanganku mulai berkeringat. Aku ingin hari ini menjadi hari bahagia kita
seperti yang dulu-dulu. Mari kita akhiri kesalahfahaman ini. Sungguh, hari ini
aku sangat, sangat, me-rin-du-kan-mu. Ah, susah sekali mengucapakannnya. Sudah
terlalu lama aku tidak membisikkan kalimat itu ditelingamu.
Pukul 20:00
bunyi motormu tak kunjung terdengar. Aku menggigit bibir. Hatiku mulai cemas.
Tanganku mulai berkeringat lagi. Ku pandang nomor hpmu di layar telepon. Aku
ingin menelponmu tapi kuurungkan. Mungkin saja kau sedang diperjalanan kesini.
Aku akan menunggumu. Kau pasti datang. Semua akan baik-baik saja. Aku yakin
itu.
Pukul 23:38
teleponku berdering, aku mendengus kesal karena itu bukan kamu. Itu temanmu,
katanya kau sedang dalam perjalanan menuju satu daerah. Saat ia menyebutkan
nama daerah itu, aku langsung terdiam. Sesuatu yang membuat kita salah faham
dan ternyata kau pergi kesana. Aku tersungkur dilantai. Terdiam beberapa saat.
Menenangkan hati atas harapan yang terlalu berlebihan.
Jangan terlalu
berharap banyak saat tidak ingin tersakiti. Karena harapanmu itulah yang
menghancurkan segala kebahagianmu. Imajinasimu yang merangkan kejadian-kejadian
bahagia padahal nyatanya dia tak pernah menjanjikan apa-apa.
Aku fikir kau
akan datang menyelesaikan kesalahfahaman diantara kita. Aku fikir kau akan datang
untuk memperbaiki hubungan ini. Aku fikir kau akan datang untuk memulai
hubungan yang baru. Aku fikir hari ini kita akan bertemu. Aku fikir hari ini
kita akan tertawa bersama, aku fikir…..
Ternyata aku
keliru.







0 komentar:
Posting Komentar