02 Oktober 2016
AH, AKU LUPA
KAU selalu begitu Tuhan
Mengambil sesuatu dariku tanpa pamit
Bisa sajakan KAU beri aku isyarat
Atau apalah yang membuat aku faham
Setidaknya aku bisa mempersiapkan diri
Menguatkan hati
Menguatkan telinga
Membujuk mata agar tak menumpahkan
tangisnya
Berdamai dengan jiwa dan raga
Ibu, Nenek, Paman dan sekarang Bibiku
Tak ada satupun yang sempat kutemui
Padahal kami akan benar-benar terpisah
Bukan terpisah Kota atau Negara
Tapi dunia dan alam yang berbeda
Tidak bisakah KAU beri aku kesempatan?
Mendampinginya
Mengucapkan kata perpisahan
Mengucapkan kata maaf
Atau minimal mengucapkan terimakasih
KAU selalu begitu Tuhan
Mengirimiku kabar duka
Padahal KAU tau jarakku jauh
Mana mungkin aku bisa sampai dalam
beberapa jam
KAU selalu begitu Tuhan
Mengujiku dengan masalah hati
KAU memang selalu begitu
Mengambil segala sesuatu yang berharga
bagiku
Ah. Aku lupa
Aku hanya meminjam dari-Mu
Semua adalah milik-Mu
Bahkan dirikupun milik-Mu
Maafkan aku Tuhan
Aku khilaf
Lupa
Lupa kalau ternyata seisi langit dan
bumi adalah kepunyaan-Mu
Maafkan aku Tuhan
Atas segala prasangka burukku
terhadap-Mu
Aku selalu mengira KAU tak menyayangiku
Padahal ujian ini adalah bentuk kasih sayang-Mu
Agar aku senantiasa ingat dan mendekatkan
diri kepada-Mu







0 komentar:
Posting Komentar