Minggu, 26 Juni 2016

KOMITMEN

25 Juni 2016
20 Ramadhan 1437 H

KOMITMEN
Aku sudah berusaha menerima dengan ikhlas segala masa lalumu. Menerima dengan lapang dada, dan memaafkan segala sesuatu yang telah kau lakukan di masa lalu. Semua orang punya masa lalu. Entah yang indah atau kelam, entah yang baik atau buruk. Namun, sebaik dan seburuk apapun masa lalu itu, setiap orang berhak memiliki masa depan yang indah.
 Aku tak pernah meminta sesuatu padamu. Namun hari ini, aku ingin mengajukan satu permintaan. Sesuatu yang sangat sederhana. Amat sederhana. Dengarkanlah! Kumohon, berhentilah menatap masa lalumu. Jagalah perasaanku. Jagalah kepercayaan yang aku berikan kepadamu. Jagalah kesempatan terakhir yang kau pinta waktu itu.
Seindah apapun masa lalu, semanis apapun masa lalu itu, tempatnya dibelakang. Memang hanya dibelakang. Harus ditinggalkan. Tolong, jangan lagi menoleh pada masa lalumu. Meski masa lalu itu memanggil, melambaikan tangan, berteriak atau melemparkan sesuatu padamu. Kumohon, jangan pernah menoleh. Meski mereka menawarkan segala sesuatu, meski mereka menjanjikan segala keindahan. Kumohon, janganlah tertarik. Karena kau tau, itu semua hanyalah semu.
Disini ada aku. Aku berdiri disampingmu. Menggenggam tanganmu. Aku ingin melangkah bersamamu. Maka, jangan alihkan pandanganmu selain padaku. Jagalah langkah kaki kita agar tetap seimbang. Kita akan melangkah jauh. Sangat jauh. Apapun yang terjadi diperjalanan nanti, kumohon jangan lepaskan tanganku. Aku juga takkan pernah melepaskan genggaman tanganmu. Percayalah padaku.
Kutanya sekali lagi. Maukah kau melangkah bersamaku? Tidak usah dijawab. Cukup anggukkan kepalamu atau gelengkan. Itu sudah lebih dari cukup sebagai jawaban bagiku. Jika kau mengangguk, maka kuberikan kau kesempatan, untuk menanggalkan segala sesuatu yang menyesakkan dadamu. Lepaskan segala benda yang tak kita butuhkan saat perjalanan nanti. Selesaikan semua permasalahanmu dengan masa lalu. Kemudian, berdamailah dengan hatimu. Perkuat komitmen, dan marilah! aku menunggumu. Mari kita melangkah bersama.
Apapun  yang terjadi nanti, kita berdua akan selalu bersama. Saling mencintai dan mengasihi. Saling mengingatkan dan menguatkan. Apapun yang akan terjadi nanti, kita tak akan pernah menoleh kebelakang lagi. Berjanjilah.
Lihat! dihadapan sana ada masa depan yang menunggu. Ada berjuta mimpi yang menunggu kita menjemputnya. Jika kau yakin, ayolah! tunggu apalagi. Sambut uluran tanganku. Perkuat tali sepatumu, mantapkan hati, keyakinan, komitmen dan mari kita melangkah bersama-sama.



0 komentar:

Posting Komentar