Selasa, 07 April 2015

“Bunda… Kau selalu dihatiku”



Masih teringat dengan jelas, siang itu waktu jam pulang sekolah setibanya dirumah aku diberitahu bahwa mama pingsan dan dibawa kepuskesmas di Pagimana, mendadak tubuhku lemas, belum sempat beristirahat. Sorenya aku langsung pergi kepuskesmas yang letaknya tidak jauh dari sekolahku.
Aku berjalan menyusuri taman Puskes yang halamannya tak begitu luas, ada beberapa pohon hijau yang tumbuh disana,jantungku semakin berdetak kencang saat kakiku melangkah menuju pintu masukkeruangan mama, aku menarik nafas panjang dan
melempar jauh-jauh semua fikiran burukku.  ”Semoga mama baik-baik saja…” Do’aku dalam hati.
Diruangan yang serba warna putih itu, aku melihat mama terbaring ditempat tidur, dengan wajah pucat, tak ada senyuman lagi diwajahnya.Ingin sekali aku menghambur kepelukan mama, menumpahkan  air mataku, tapi aku berusaha menahan tangisku, aku berusaha terlihat tegar didepan mama. Sore itu aku masih sempat menyuapi mama, menemani mama ke toilet dan menjaga mama sampai tertidur.
Memasuki  hari kedua mama dirawat, tak ada sedikitpun perubahan yang terjadi. kondisi mama semakin memburuk, penyakitnya tak diketahui dengan jelas. akhirnya mama dilarikan kerumah sakit Luwuk (Sul-Teng) dengan fasilitas yang lebih canggih dan lebih lengkap. waktu itu mama hanya ditemani tante-tanteku, sementara aku hanya bisa berdo’a dan terus berdo’a buat mama.Nenek dan Adik bungsuku Rianty tak bisa kutinggalkan, padahal aku ingin sekali menemani mama, aku ingin merawat mama.“Ya Allah, tolong sembuhkan mama, angkat semua penyakit yang ada didalam tubuhnya. sesungguhnya tak ada yang mustahil bagi-Mu…”
Dua hari mama dirawat di RS Luwuk akhirnya aku mendapat kabar bahwa keadaan mama telah membaik, mama sudah bisa makan dan berbicara. aku sangat bahagia mendengarnya, segera aku sholat tahajjud di 1/3 malam itu, aku tak bisa menahan haru. “Ya-Allah Ya Rabb, terimakasih atas segala nikmat dan karunia-Mu, sembuhkan mama ya Allah, beri kekuatan padanya, aku sangat menyayangi, beri kesempatan kepadaku untuk membahagiaknnya ya Rabb… sesungguhnya hanya kepada-Mulah hamba menyembah dan hanya kepada-Mulah hamba memohon pertolongan”.
Namun ternyata Allah berkehendak lain, perubahan itu tak bertahan lama. Mendadak penyakit mama kambuh lagi, keadaan mama semakin memburuk dari sebelumnya, dan lebih parahnya dokter sudah tidak bisa menanganinya. sore itu mama dibawa pulangkerumah dalam keadaan koma. Aku tak kuasa menahan tangisku, melihat mama yang diturunkan dari mobil menuju rumah tanteku.“Ya Allah, jangan ambil mama, aku belum siap ya Allah. aku masih sangat membutuhkannya, kami masih sangat ingin berada disampingnya….”Aku terus meneriaki nama Allah dihatiku, berdo’a memohon keajaiban untuk kesembuhan mama, aku percaya kuasa Allah atas segala yang dikehendaki-Nya.
Malam itu, semua sanak saudara berkumpul, rumah tanteku dipenuhi oleh kerumunan orang-orang yang ingin menjenguk mama, papa dengan setia menemani mama disampingnya, namun mama tak sedikitpun membuka matanya.
Aku, dan kedua adikku andry dan rianty duduk didekat mama berharap keajaiban akan terjadi saat dia merasakan buah hatinya sedang disampingnya.Benar…keajaiban terjadi, mama yang sudah koma tiba-tiba membuka matanya sejenak, mama memandangi kami lekat-lekat, ada kesedihan yang sangat dalam terpancar dimatanya namun bibirnya kelu, seperti ingin mengatakan sesuatu namun tak sanggup. hanya air mata yang perlahan jatuh membasahi pipinya. kemudian mama kembali memejamkan matanya. aku tak kuasa menahan tangisku, semua keluarga ikut menangis melihat pemandangan itu.“Mama kumohon bangunlah, bertahanlah mama, berjuanglah demi kami…”
Malam telah berlalu, sinar sang fajar dengan cahaya agungnya menyembul dari arah timur, menerangi seluruh jagat raya, menyapa setiap insan dengan sinar hangatnya sehangat sentuhan tangan mama.
Pagi ini aku sangat berharap suatu keajaiban datang lagi, aku masih sangat yakin dengan kekuatan do’a dan kuasa Allah. Saat aku sedang dirumah sebelah, tiba-tiba aku mendengar suara teriakan panik tanteku, menyuruh kami semua berkumpul. aku berlari secepat mungkin, namun badanku seolah tersengat listrik, aku mematung didepan pintu menyaksikan pemandangan dihadapanku. Mama mengangkat kedua tangannya, bertakbir sambil mengucapkan “Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha Illallah Allahu Akbar” kalimat itu sangat jelas, suara mama sangat terdengar jelas.
 Mama mengangkat takbirnya sambil mengucapkan do’a itu namun hanya tangan kirinya yang terletak dengan sempurna diatas perutnya sedangkan tangan kanan terjatuh ketika selesai mengucap kalimat-kalimat Allah. Mama menghembuskan nafas terakhir, mama telah pergi, pergi menghadap Ilahi Rabbi. aku masih berharap itu mimpi, aku masih berharap bisa terbangun dan melihat senyuman mama lagi. namun itu benar-benar nyata, mama telah tiada. Langit seolah-seolah runtuh menimpaku, dunia terasa gelap, dadaku sesak, seperti tak ada lagi ruang untuk bernafas…. “Maaaamaaaaaaaaaaa………. Jangan pergiiiiiiiiiiiiiiii…., jangan tinggalkan kami maaa………”
Aku menangis sejadi-jadinya, suasana sangat mengharukan, suara tangis terdengar dimana-mana. keluarga yang lain terdengar sibuk menelpon sanak saudara yang berada diluar daerah, dan yang lainnya terlihat sibuk menyiapkan perlengkapan jenazah mama.
Masih dalam ketidak percayaanku, aku memandangi jenazah mama yang terbaring kaku, air mataku mengalir dengan derasnya, melihat kedua adikku yang masih sangat membutuhkan kasih sayang mama. Hatiku bertambah hancur melihat nenek menghampiri jenazah mama, nenek yang waktu itu sudah pikun  mengira mama hanya tidur karna sakit. nenek mengusap kepala mama dengan lembut, berusaha membangunkan mama. sekujur tubuhku terasa sakit, dadaku kembali sesak, Aku tak kuasa menahan tangis…. Ya Allah, kenapa begitu cepat KAU memanggil mama…
Selepas pemakaman mama, aku masih duduk dengan pandangan kosong, terbayang semua kenangan bersama mama, lagu-lagu yangsering dinyanyikan mama untuk kami saat menjelang tidur malam, suara mama dipagi hari saat membangunkanku,bagaimana usaha mama menyekolahkan ku, berusaha memenuhi semua kebutuhan ku, memarahiku jika aku berbuat salah. aku rindu masa-masa itu mama… aku rindu masakan mama,aku rindu pelukan mama, aku rindu perhatian mama jika aku sakit, aku rindu mama…Aku belum sempat membalas semua kebaikan mama… “Mamaaaaaaaaaaaaa…”
Kami semua menyayangi mama, namun Allah lebih menyayangi mama. aku berjanji Ma.. akan menjaga adik-adik, aku akan bersekolah dengan baik, aku akan membuat mama bangga, aku akan memberikan yang terbaik untuk mama. semoga Allah akan mempertemukan kita dikehidupan mendatang, Aku sangat menyayangi mama… Mama akan selalu ada didalam hatiku…
“Ya Allah… Ampunilah segala dosa-dosa mama, terimalah segala amal ibadahnya, beri mama tempat yang layak disisi-Mu dan jauhkanlah mama dari siksaan-Mu.. Amin Ya Rabbal Alamin…

                   ****

0 komentar:

Posting Komentar