Masih teringat dengan
jelas, siang itu waktu jam pulang sekolah setibanya dirumah aku diberitahu
bahwa mama pingsan dan dibawa kepuskesmas di Pagimana, mendadak tubuhku lemas, belum
sempat beristirahat. Sorenya aku langsung pergi kepuskesmas yang letaknya tidak
jauh dari sekolahku.
Aku berjalan
menyusuri taman Puskes yang halamannya tak begitu luas, ada beberapa pohon
hijau yang tumbuh disana,jantungku semakin berdetak kencang saat kakiku melangkah
menuju pintu masukkeruangan mama, aku menarik nafas panjang dan
melempar jauh-jauh semua fikiran burukku. ”Semoga mama baik-baik saja…” Do’aku dalam hati.
melempar jauh-jauh semua fikiran burukku. ”Semoga mama baik-baik saja…” Do’aku dalam hati.
Diruangan yang serba
warna putih itu, aku melihat mama terbaring ditempat tidur, dengan wajah pucat,
tak ada senyuman lagi diwajahnya.Ingin sekali aku menghambur kepelukan mama,
menumpahkan air mataku, tapi aku
berusaha menahan tangisku, aku berusaha terlihat tegar didepan mama. Sore itu
aku masih sempat menyuapi mama, menemani mama ke toilet dan menjaga mama sampai
tertidur.
Memasuki hari kedua mama dirawat, tak ada sedikitpun
perubahan yang terjadi. kondisi mama semakin memburuk, penyakitnya tak
diketahui dengan jelas. akhirnya mama dilarikan kerumah sakit Luwuk (Sul-Teng)
dengan fasilitas yang lebih canggih dan lebih lengkap. waktu itu mama hanya
ditemani tante-tanteku, sementara aku hanya bisa berdo’a dan terus berdo’a buat
mama.Nenek dan Adik bungsuku Rianty tak bisa kutinggalkan, padahal aku ingin
sekali menemani mama, aku ingin merawat mama.“Ya Allah, tolong sembuhkan mama, angkat
semua penyakit yang ada didalam tubuhnya. sesungguhnya tak ada yang mustahil
bagi-Mu…”
Dua hari mama dirawat
di RS Luwuk akhirnya aku mendapat kabar bahwa keadaan mama telah membaik, mama
sudah bisa makan dan berbicara. aku sangat bahagia mendengarnya, segera aku
sholat tahajjud di 1/3 malam itu, aku tak bisa menahan haru. “Ya-Allah Ya Rabb,
terimakasih atas segala nikmat dan karunia-Mu, sembuhkan mama ya Allah, beri
kekuatan padanya, aku sangat menyayangi, beri kesempatan kepadaku untuk
membahagiaknnya ya Rabb… sesungguhnya hanya kepada-Mulah hamba menyembah dan
hanya kepada-Mulah hamba memohon pertolongan”.
Namun ternyata Allah
berkehendak lain, perubahan itu tak bertahan lama. Mendadak penyakit mama
kambuh lagi, keadaan mama semakin memburuk dari sebelumnya, dan lebih parahnya
dokter sudah tidak bisa menanganinya. sore itu mama dibawa pulangkerumah dalam
keadaan koma. Aku tak kuasa menahan tangisku, melihat mama yang diturunkan dari
mobil menuju rumah tanteku.“Ya Allah, jangan ambil mama, aku belum siap ya
Allah. aku masih sangat membutuhkannya, kami masih sangat ingin berada
disampingnya….”Aku terus meneriaki nama Allah dihatiku, berdo’a memohon
keajaiban untuk kesembuhan mama, aku percaya kuasa Allah atas segala yang dikehendaki-Nya.
Malam itu, semua
sanak saudara berkumpul, rumah tanteku dipenuhi oleh kerumunan orang-orang yang
ingin menjenguk mama, papa dengan setia menemani mama disampingnya, namun mama
tak sedikitpun membuka matanya.
Aku, dan kedua adikku
andry dan rianty duduk didekat mama berharap keajaiban akan terjadi saat dia
merasakan buah hatinya sedang disampingnya.Benar…keajaiban terjadi, mama yang
sudah koma tiba-tiba membuka matanya sejenak, mama memandangi kami lekat-lekat,
ada kesedihan yang sangat dalam terpancar dimatanya namun bibirnya kelu,
seperti ingin mengatakan sesuatu namun tak sanggup. hanya air mata yang perlahan
jatuh membasahi pipinya. kemudian mama kembali memejamkan matanya. aku tak
kuasa menahan tangisku, semua keluarga ikut menangis melihat pemandangan itu.“Mama
kumohon bangunlah, bertahanlah mama, berjuanglah demi kami…”
Malam telah berlalu, sinar
sang fajar dengan cahaya agungnya menyembul dari arah timur, menerangi seluruh
jagat raya, menyapa setiap insan dengan sinar hangatnya sehangat sentuhan
tangan mama.
Pagi ini aku sangat
berharap suatu keajaiban datang lagi, aku masih sangat yakin dengan kekuatan
do’a dan kuasa Allah. Saat aku sedang dirumah sebelah, tiba-tiba aku mendengar
suara teriakan panik tanteku, menyuruh kami semua berkumpul. aku berlari
secepat mungkin, namun badanku seolah tersengat listrik, aku mematung didepan
pintu menyaksikan pemandangan dihadapanku. Mama mengangkat kedua tangannya, bertakbir
sambil mengucapkan “Subhanallah,
Walhamdulillah, Walailaha Illallah Allahu Akbar” kalimat itu sangat jelas,
suara mama sangat terdengar jelas.
Mama mengangkat takbirnya sambil mengucapkan
do’a itu namun hanya tangan kirinya yang terletak dengan sempurna diatas perutnya
sedangkan tangan kanan terjatuh ketika selesai mengucap kalimat-kalimat Allah.
Mama menghembuskan nafas terakhir, mama telah pergi, pergi menghadap Ilahi
Rabbi. aku masih berharap itu mimpi, aku masih berharap bisa terbangun dan melihat
senyuman mama lagi. namun itu benar-benar nyata, mama telah tiada. Langit
seolah-seolah runtuh menimpaku, dunia terasa gelap, dadaku sesak, seperti tak ada
lagi ruang untuk bernafas…. “Maaaamaaaaaaaaaaa………. Jangan
pergiiiiiiiiiiiiiiii…., jangan tinggalkan kami maaa………”
Aku menangis
sejadi-jadinya, suasana sangat mengharukan, suara tangis terdengar dimana-mana.
keluarga yang lain terdengar sibuk menelpon sanak saudara yang berada diluar
daerah, dan yang lainnya terlihat sibuk menyiapkan perlengkapan jenazah mama.
Masih dalam ketidak
percayaanku, aku memandangi jenazah mama yang terbaring kaku, air mataku mengalir
dengan derasnya, melihat kedua adikku yang masih sangat membutuhkan kasih sayang
mama. Hatiku bertambah hancur melihat nenek menghampiri jenazah mama, nenek
yang waktu itu sudah pikun mengira mama
hanya tidur karna sakit. nenek mengusap kepala mama dengan lembut, berusaha
membangunkan mama. sekujur tubuhku terasa sakit, dadaku kembali sesak, Aku tak
kuasa menahan tangis…. Ya Allah, kenapa begitu cepat KAU memanggil mama…
Selepas pemakaman mama,
aku masih duduk dengan pandangan kosong, terbayang semua kenangan bersama mama,
lagu-lagu yangsering dinyanyikan mama untuk kami saat menjelang tidur malam,
suara mama dipagi hari saat membangunkanku,bagaimana usaha mama menyekolahkan
ku, berusaha memenuhi semua kebutuhan ku, memarahiku jika aku berbuat salah. aku
rindu masa-masa itu mama… aku rindu masakan mama,aku rindu pelukan mama, aku
rindu perhatian mama jika aku sakit, aku rindu mama…Aku belum sempat membalas
semua kebaikan mama… “Mamaaaaaaaaaaaaa…”
Kami semua menyayangi
mama, namun Allah lebih menyayangi mama. aku berjanji Ma.. akan menjaga adik-adik,
aku akan bersekolah dengan baik, aku akan membuat mama bangga, aku akan
memberikan yang terbaik untuk mama. semoga Allah akan mempertemukan kita
dikehidupan mendatang, Aku sangat menyayangi mama… Mama akan selalu ada didalam
hatiku…
“Ya
Allah… Ampunilah segala dosa-dosa mama, terimalah segala amal ibadahnya, beri
mama tempat yang layak disisi-Mu dan jauhkanlah mama dari siksaan-Mu.. Amin Ya Rabbal
Alamin…






0 komentar:
Posting Komentar