Selasa, 07 April 2015

Ku Seberangi Lautan Demi Cintamu



Setahun bukanlah waktu yang singkat untuk perjalanan cinta Aan dan Ecy, dengan berbagai macam warna-warni cobaan dalam hubungan mereka. apalagi untuk meyakinkan keluarga Ecy atas niat baik Aan yang akan segera melamarnya. Ecy adalah anak bungsu dari keluarga sederhana, namun kakak sulungnya ingin menjadikan dia seseorang yang sukses. Setelah menyelesaikan kuliahnya disalah satu universitas swasta di Gorontalo bukan menjadi ukuran kesuksesan bagi kakak sulungnya. Kakaknya menginginkan Ecy mempunyai pekerjaan tetap, yang kelak
bisa menjamin masa depannya,dengan demikian kakaknya akan mengizinkannya untuk memikirkan hal-hal yang lain termasuk menikah.
Sekarang Ecy telah bekerja disalah satu perusahaan swasta, meskipun hanya sebagai karyawan kontrak. Dengan keyakinan hatinya Ecy mencoba membicarakan tentang niat baik Aan kepada keluarganya, Alhamdulillah kakaknya menyambut baik dan akan segera mempersiapkan diri menanti kedatangan keluarganya Aan ke Sulawesi Tengah. Namun cobaan cinta mereka tak sampai disini saja, ternyata Aan tidak bersedia datang kerumah Ecy, Aan dan Keluarganya berniat melaksankan pernikahan mereka di Gorontalo. Jelaslah Ecy dengan tegas menolak mentah-mentah permintaan Aan dan keluarganya.
“Kalau kamu benar-benar mencintaiku kamu tidak akan beralasan konyol, alasan takut naik kapal, itu bukan alasan yang masuk akal An. Aku sudah berjuang untuk menjelaskan segalanya terhadap keluargaku sampai akhirnya mereka menyetujui niat baik kita tapi kamu tidak menghargai itu. Dimana-mana pernikahan itu akan dilaksanakan dirumah wanita An, bagaimana lagi aku harus menjelaskan semuanya pada keluargaku…???”Isakan Ecy mulai terdengar
“Bukan begitu maksudku sayang, Aku benar-benar takut naik kapal dan kamu tau sendirikan kalau Mama sakit-sakitan. Tolong mengerti, Aku ingin bahagiakan Mama, Aku ingin melihat Mama bahagia dihari pernikahan kita…”
“Cukup An, aku tidak mau dengar alasan kamu lagi. Percuma kita bersama selama setahun kalau kamu tetap saja egois, aku kecewa sama kamu. Aku mohon jangan pernah temui aku lagi dan ingat satu hal, aku juga ingin membahagiakan keluargaku…” Sambil berlalu pergi
Malam itu juga Ecy memutuskan untuk pulang kekampung halamannya. Sementara Aan menyesali semua keputusannya.Dia telah membiarkan wanita yang dicintainya pergi begitu saja tanpa bisa mencegahnya, wanita yang hampir setiap hari selalu bersamanya, wanita yang selalu terlibat dalam setiap jengkal cerita kehidupannya.
Tiga bulan terpisah dari Ecy membuat kehidupan Aan terasa hampa, semua aktifitas terhambat, Aan kebanyakan mengurung diri dikamar, hampir tak ada lagi senyuman diwajahnya,Aan sangat merindukan Ecy.
Siang itu Aan hanya bisa memandang foto-foto kebersamaan mereka lewat Laptop kesayangannya. Tanpa sengaja Aan membuka folder film Bollywood favorit Ecy. Tiba-tiba saja Aan teringat kata-kata Ecy dulu…
“Sayang, kalau kamu sudah nonton film Bollywood “2 States” kamu pasti akan mengerti artinya memperjuangkan cinta dan kamu pasti akan memperjuangkan cinta kita, kita akan berjuang sama-sama…”
Aanpun kemudian memutar film Bollywood yang Ecy ceritakan dengan mata berbinar-binar dulu. Tanpa sadar airmata membanjiri kedua pipinya yang mulai terlihat tirus. Aan akhirnya sadar akan semua keegoisannya. Ternyata cobaan cinta mereka belum sebanding dengan cobaan yang ada di film itu. Film itu benar-benar memberi pelajaran besar bagi Aan.
Butuh waktu satu jam untuk menjelaskan semuanya kepada keluarganya, pukul 17:00 Aan dan keluarganya berangkat menuju Pelabuhan Ferry Gorontalo. Aan tak sabar lagi ingin bertemu dengan Ecy.
Setelah sampai keesokan harinya Aan berusaha mencari tau alamat rumah Ecy. Ini adalah pertama kalinya Aan menginjakkan kaki dikampung halaman Ecy. Alhamdulillah ada seseorang yang kenal dekat dengan kakak Ecy dan bersedia mengantarkan mereka kerumahnya.
Ecy yang tengah berkumpul dengan keluarga dan bermain dengan keponakannya terkejut melihat kedatangan Aan dan keluarganya. Aan lelaki yang sangat dicintai dan dirindukannya selama tiga bulan terakhir ini.
Aan kemudian meminta maaf dihadapan keluarganya Ecy dan menjelaskan segala niat baiknya datang kembali untuk menikahi Ecy. Setelah musyawarah dilakukan akhirnya akad nikah dilaksanakan esok harinya. Akad nikah yang sederhana di Masjid “Libasut Taqwa” sesuai dengan impian Ecy.
Ecy dan Aan tidak menginginkan kemewahan dalam pernikahan, yang terpenting bagi mereka pernikahannya telah tercatat sah dimata Agama dan Negara.
“Sayang, aku berjanji akan menjadi suami yang terbaik untukmu. Untuk itu, ku seberangi lautan demi mendapatkan cintamu kembali…”
                                                ***

0 komentar:

Posting Komentar