Pagi ini sangat cerah, angin berhembus dengan lembut melalui jendela
kaca yang sudah terbuka sejak shubuh tadi, seolah mengabari gundah yang
menyelimuti hati. Pagi ini juga kuingin awali dengan senyuman dan
secercah harapan. Hari ini dia kembali lagi ke Gorontalo, setelah cuti
kerja selama seminggu di Surabaya untuk menengok orang tuanya atau mungkin juga menengok dia, kekasihnya yang sudah menjadi tunangannya.
Dia adalah lelaki yang kukagumi sejak awal bulan September 2013 lalu
sampai sekarang, walaupun aku tau tak ada ruang kosong lagi dihatinya.
Semata-mata hanya ada Allah, keluarga dan kekasihnya, namun kubiarkan
cinta itu tumbuh dihatiku.
cinta itu tumbuh dihatiku.
Sosoknya yang pendiam, dingin
terhadap wanita dan perkataannya yang selalu bijaksana membuatku
semakin penasaran. Perlahan dia mengobati kegundahanku tentang masa
lalu, dia menyemangatiku untuk segera menyelesaikan skripsiku yang
tertunda, dia selalu mendukungku dalam segala hal, dia yang membuatku
kembali dekat dengan Allah.
Di 1/3 malam yang tenang,
saat semua mahluk terbuai dengan mimpi indahnya, Aku selalu berdo’a agar
kelak dapat bersanding dengannya, menjadi pelengkap tulang rusuknya,
menggelar sajadah dibelakangnya, bersujud disepenggal waktu yang sama,
mendengarkannya melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an dan mengamini
setiap do’a yang terucap darinya.
“Maaf, aku tidak sempat
membelikanmu oleh-oleh, hanya ini yang sempat kubawakan untukmu…,
InsyaAllah pernikahanku tanggal 03 Mey bulan depan.” katanya sambil
meletakkan sesuatu diatas meja kerjaku dan berlalu pergi.
Seakan tak percaya dengan apa yang aku dengar, aku terdiam hingga
beberapa menit, menggenggam erat sesuatu yang diberikannya, berusaha
menenangkan gemuruh dihatiku, berusaha mengendalikan kristal bening agar
tak membentuk sungai kecil dipipiku.
Sebuah gantungan kunci
berbentuk botol, berisikan sebuah perahu layar kecil yang dibuat
sedemikian sederhana. Sebuah perahu layar yang akan siap untuk berlayar
mengarungi bahtera rumah tangga. tepat dibulan kedelapan mencintaimu,
dengan iklas ku melepaskan jangkar cinta yang berlabuh dihatiku, aku
ikhlas melepasmu untuk dia yang benar-benar tepat menjadi pendampingmu.
Aku yakin rencana Allah lebih indah dari segalanya.
“Beri hamba kekuatan Ya-Rabb, Jadikan ia keluarga yang sakinah… Amin
*****







0 komentar:
Posting Komentar