08 Juni 2016
03 Ramadhan 1437 H
MESKI TERPISAH
DI DUNIA YANG BERBEDA, KENANGAN AKAN TETAP MEMPERSATUKAN KITA
Alhamdulillah, memasuki
hari ke-3 Ramadhan. Allah baik sekali, masih tetap menganugerahkan kesehatan
dan kesempatan kepada kita sekalian, dalam menjalani Ramadhan penuh berkah ini.
Usai sahur, aku duduk
diteras menikmati udara shubuh sambil menunggu imsak. Tiba-tiba saja aku serasa
berada diayunan. Ternyata gempa. Pesan Nenek, jika terjadi gempa bacalah
kalimat ini.
Subhanalah,
Walhamdulillah, Walailaha illallah Allahu akbar
Jadi teringat kejadian
semasa SMA dulu. Aku bersekolah di Madrasah Aliyah di Kecamatan lain. Sekitar
2-3 jam perjalanan menggunakan bus. Untuk menghemat biaya aku memutuskan untuk
tinggal di Asrama yang telah disediakan bagi siswi yang jarak rumahnya jauh.
Waktu itu pelajaran
sejarah sedang berlangsung. Tiba-tiba terjadi gempa. Cukup membuat semua orang
panik. Termasuk Nenek dirumah. Setelah gempa reda, Guruku memberitahukan ada telpon penting. Katanya dari kampung.
Aku sudah menduga itu
pasti Nenek. Benar. Dengan suara paniknya, beliau menyuruhku untuk segera pulang
saat itu juga. Katanya ada berita yang beredar, bahwa akan terjadi bencana Tsunami
setelah gempa tadi.
Ah,
siapa pula yang menyebarkan gosip itu.
Sekuat apapun aku
menjelaskan kepada Nenek agar ia tenang, namun tak juga berhasil, yang
membuatku menangis ketika beliau berkata.
“Pulanglah,
Nak. Jika kita harus mati karena bencana, maka kita harus mati bersama-sama.”
Nenek,
kau terlalu menyayangiku. Kau terlalu mencemaskanku.
Setelah lulus Aliyah,
aku memutuskan untuk mengadu nasib dirantau, mencari pekerjaan untuk membiayai
kuliah. Aku memilih tinggal jauh dari beliau, untuk sementara waktu.
“Pergi
saja! Tinggalkan saja Nenek sendiri. Kelak tiba saatnya Nenek yang akan pergi meninggalkanmu.”
Butuh waktu
berhari-hari untuk kembali menenangkan beliau. Membuat kesepakatan, Setiap hari
akan menelponnya, setiap bulan aku akan pulang menjenguknya, dan membawakan roti
kesukaannya.
Saat disibukkan dengan ujian
Proposal, aku lupa menjenguk beliau. Aku lupa jika aku tidak datang maka beliau
akan sakit. Dan hanya dengan kedatangankulah yang akan menyembuhkan
penyakitnya.
Ikatan batin kami
sangat kuat. Segala sesuatu yang menimpaku, beliau pasti bisa merasakannya,
begitu juga sebaliknya.
Maafkan
aku. Sungguh, aku tidak pernah bermaksud ingin meninggalkanmu, Nek.
Akh,
aku merindukanmu, Nek. Saat menuliskan ini, tenggorokanku sakit karena berusaha
menahan tangis. Dadaku terasa sesak.
Aku
sebenarnya marah padamu, Nek, sangat marah. Bagaimana mungkin kau pergi tanpa
pamit, tanpa kehadiranku disisimu.
Kata orang bijak; Terkadang
perpisahan lebih baik tanpa pamitan, agar sakitnya tidak terlau terasa.
Namun
kau salah, Nek. Justru kepergianmu sangat menyakitiku. Aku pernah berfikir kau
tidak sungguh-sungguh menyayangiku, hingga seenaknya saja kau pergi tanpa
sepatah katapun.
Mungkin
kau berfikir, kalau harus pamit, nanti aku akan memintamu untuk tidak pergi. Atau
malah aku akan merengek untuk ikut bersamamu.
Tapi aku sadar, kepergianmu
bukanlah semata-mata atas kehendakmu, ada yang lebih berkuasa atas kehidupan
ini.
Untuk itu izinkanlah aku menulis
semua kisah tentang kita berdua. Agar kau tetap hidup abadi didalam hati dan
fikiranku.
Allah baik sekali,
sangat baik. Bahkan setelah kita terpisah di dunia yang berbeda, Allah masih
mempertemukan kita lewat mimpi-mimpi.
Menikmati beberapa
potong roti coklat ditemani dua gelas teh manis, menatap bintang lewat atap
dapur yang bolong sambil berbaring, mengusap rambutku sampaiku terlelap,
memarahiku jika sudah berhari-hari lupa sholat.
Sungguh,
semua benar-benar terasa nyata.
Meski
terpisah di dunia yang berbeda, kenangan akan tetap mempersatukan kita.
Terimakasih
untuk segala pengorbanan dan kasih sayangmu selama ini.
Aku
menyayangimu, aku mencintaimu. Selalu dan selamanya.
copas picture;
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fpixabay.com%2Fstatic%2Fuploads%2Fphoto%2F2014%2F06%2F02%2F22%2F37%2Fold-age-360714__180.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fpixabay.com%2Fid%2Fphotos%2Fnenek%2F&docid=eTqlvay-hwz2NM&tbnid=kXznnFKXvW-YGM%3A&w=263&h=180&bih=667&biw=1366&ved=0ahUKEwiMy4u4gJjNAhXIo48KHapMC7gQMwgtKBMwEw&iact=mrc&uact=8







0 komentar:
Posting Komentar