18 Juni 2016
13 Ramadhan 1437 H
KAULAH WANITA TERBAIKKU
(Bag.2)
Benar saja.
Barusan menyambut pagi. Seseorang yang kukenali mengetuk pintu. Katanya ada
kiriman dari rumah. Ia kemudian menyerahkan sebuah kardus besar. Aku
menerimanya dengan bahagia. Buru-buru membukanya. Kakak mengirimkanku sepuluh
kotak kue. Lima kotak kue brownies coklat hijau bertabur coklat meses dan lima
kotak lagi kue bolu kukus putih dengan hiasan warna hijau, merah dan kuning. Serta
dua kotak ikan baronang yang sudah di goreng lengkap dengan sambalnya. Kakak
memang paling tau kesukaanku.
Kakak yang ulang
tahun, malah dia yang mengirimiku hadiah. Sedangkan aku, memberi ucapan selamat
saja enggan. Entahlah, mungkin karena tidak terbiasa. Tiba-tiba rasa bersalah
memenuhi kalbuku. Kemudian bayangan-bayangan kenangan itu hadir kembali, pengorbanan Kakak selama
ini, kado ulang tahunku yang tak pernah absen dikirimnya tiap tahun. Sesak,
jika harus mengingat semua. Sementara aku belum bisa membalas sedikitpun semua
pengorbanannya.
Maka kuputuskan untuk
membongkar celangan uang kos, demi membelikan Kakak sebuah kado. Aku ingin
ingin membuatnya bahagia. Meskipun kado kecil ini takkkan bisa menukar semua
pengorbanannya.
Panas siang itu
tak menyurutkan semangatku. Hampir setengah jam berkeliling didalam toko.
Memilih sesuatu yang cocok dengan
dirinya, yang cocok dengan hobby memasaknya. Akhirnya ketemu, dan aku yakin Kakak
pasti menyukainya.
Setelah
membungkus kado dengan rapi, dengan sampul berwarna hijau sesuai kesukaaanku. Aku
membelikan sebuah kue mini dengan ucapan selamat ulang tahun untuknya, semoga
saja ia suka dengan kado dan kuenya.
Semoga…
Meskipun kue ini sangat kecil, tapi percayalah
cintaku begitu besar, Kak.







0 komentar:
Posting Komentar