Kamis, 09 Juni 2016

AYAH MENINGGAL DUNIA, ANAK ASYIK BER-FACEBOOK RIA



09 Juni 2016
4 Ramadhan 1437 H

AYAH MENINGGAL DUNIA, ANAK ASYIK BER-FACEBOOK RIA

Alhamdulillah, memasuki hari ke-4 Ramadhan. Allah baik sekali, masih tetap menganugerahkan kesehatan dan kesempatan kepada kita sekalian, dalam menjalani Ramadhan penuh berkah ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur. Aamiin

Beberapa hari yang lalu, Ayah dari teman saya meninggal dunia.
Innalillahi wainna ilaihi roji’un
Kami tidak terlalu akrab, hanya sebatas kenal saja. Yang membuat saya prihatin dia malah mem-posting foto jenazah ayahnya. Full face.
Astagfirullah.
Jika hanya sekedar ingin memberitahukan kepada keluarga jauh melalui media sosial, cukuplah pakai foto semasa beliau hidup. Disertai kalimat ini misalnya;
Telah berpulang ke Rahmatullah, Ayah kami tercinta.
Hari ini, pukul…
Dan akan dikebumikan hari ini juga.

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

Bukannya aku ingin ikut campur urusanmu, Kawan. Bukan itu maksudku. Ayahmu meninggal dunia, beliau hanya butuh do’a dari anak-anaknya.
Saat Ibu dan keluargamu sibuk mengurusi segala keperluan jenazah, kau malah berasyik ria main facebook. Membalas setiap komentar orang-orang yang turut berduka atas kepergian Ayahmu.
Hei…!!! Ayahmu meninggal dunia, Kawan. Bukan sedang pergi bertugas ke luar Kota. Yang bisa pulang kapan saja saat kau merengek manja.
Tidakkah kau merasa kehilangan dengan sosok Ayah yang telah membesarkanmu? Merawatmu? Memenuhi segala kebutuhan hidupmu hingga kau dewasa?
Dimana letak hati nuranimu? Facebook tidak mendatangkan manfaat bagimu, orang-orang malah akan mencacimu dalam hati dengan setiap foto prosesi pengurusan jenazah sampai pemakaman yang selalu update kau posting.
Bukan, bukan aku sok bijak, Kawan. Aku bahkan tidak pernah tau seperti apa rupa Ayah dan Ibuku. Mereka pergi sebelum aku benar-benar bisa merekam wajah mereka. Namun, aku tak pernah lupa mendoakan mereka. Lima kali dalam sehari.
Sadarlah, Kawan! Pandai-pandailah dalam menggunakan media sosial. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Gunakanlah media sosial sebijak mungkin.

Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiraa

“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi aku di waktu kecil.”

Aamiin Ya Rabbal Alaamiin



 copas picture;
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fwww.loop.co.id%2Fuploads%2Farticle%2Fmedia_upload%2F2793%2Ftumblr_inline_mugquu1u6m1r4vqpv.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.loop.co.id%2Farticles%2Fayah&docid=0jEalOSHEHw9XM&tbnid=Wz7f2BWdNi-mVM%3A&w=400&h=266&bih=667&biw=1366&ved=0ahUKEwikhe7rxZrNAhUIo48KHfgmAL0QMwgvKAAwAA&iact=mrc&uact=8

0 komentar:

Posting Komentar