Rabu, 22 Juni 2016

KAULAH WANITA TERBAIKKU

16 Juni 2016
11 Ramadhan 1437 H

KAULAH WANITA TERBAIKKU

Aku memanglah bukan adik yang baik. Akhir-akhir ini, aku malah sibuk mengingat ulang tahun orang lain. Orang yang belum tentu peduli padaku. Hingga aku lupa akan ulang tahunmu. Padahal setiap ulang tahunku, kau selalu rutin mengirimiku kado. Maafkan aku, Kak. Aku sungguh lupa. Itupun kau sendiri yang mengingatkan. Ulang tahunmu sudah lewat dua hari yang lalu. Tapi percayalah, disetiap doaku, namamu tak pernah aku lupakan. Kau adalah orang yang sangat berjasa dalam hidupku.
Kau adalah wanita terbaikku. Wanita hebat dan tegar. Kau bisa berperan menjadi Ibu sekaligus Ayah buatku. Sampai kapanpun, aku takkan bisa membalas segala pengorbananmu. Kau selalu peduli kepadaku. Teramat peduli. Aku saja yang seringkali menyalah artikan segala bentuk kepedualianmu. Sekali lagi maafkan aku. Maaf atas sikapku yang dulu-dulu.
Kau masih ingat? Waktu kecil kita berdua sering kali bertengkar. Hampir setiap hari. Setiap hal selalu saja berujung dengan pertengkaran. Kau selalu saja melarangku. Tak boleh ini dan itu, tak bisa kesini dan kesitu. Semua tak bisa. Bahkan memilih baju lebaranpun, aku tak berhak. Kau yang berkuasa atas segala apa yang aku pakai. Kau selalu saja membelikanku baju berwarna cream. Padahal aku sangat menyukai  warna hijau. Kita tak pernah tau kesukaan masing-masing. Kau hanya menerapkan semua yang terbaik menurutmu.
Aku masih ingat, saat aku melempar gelas kaca padamu, karena kau melarangku ikut piknik di sekolah dulu. Aku juga pernah melemparkan tempurung padamu, saat kau memutuskan untuk ikut piknik pada kesempatan lainnnya. Dan lagi-lagi kau melarangku untuk ikut mandi dengan teman-temanku. Katamu nanti aku hanyut. Padahal semua siswa diperbolehkan mandi ditepi sungai waktu itu.
Saat aku beranjak remaja, kau semakin over protective. Setiap kali pulang malam dengan teman-temanku, kau selalu memeriksa seluruh badanku. Mencium kalau ada bau asap rokok menempel dibajuku. Padahal aku hanya pergi dengan teman-teman sekompleks. Aku tidak bisa terlambat pulang pada jam yang sudah kau tentukan. Kau akan menyusulku walaupun baru telat satu menit saja.
Aku masih ingat sakitnya, saat kau menghempaskan jaket jeans ke wajahku, tepat dihadapan semua teman-temanku. Kancing besinya mengenai pelipisku. Aku menyumpahimu dalam hati. Sambil menangis dan mengadu pada Nenek. Setelah kejadian itu, kau mengurungku berminggu-minggu dirumah.
Kemudian kita berpisah. Aku memilih sekolah yang jauh dari rumah. Tinggal terpisah jauh darimu. Kau mengizinkannya, karena kau percaya sekolah yang ku pilih adalah sekolah terbaik. Dan itupun karena ada kakak sepupu yang bisa menjadi mata-matamu disana, kalau sampai aku berbuat macam-macam
Semenjak tinggal jauh darimu. Tiba-tiba ada perasaan aneh yang tumbuh dalam hatiku. Aku mulai merindukanmu. Merindukan setiap omelanmu, kemarahanmu dan segala hal yang membuat kita bertengkar. Ya, aku merindukanmu. Perlahan-lahan aku mulai menyadari satu hal, bahwa semua yang kau lakukan adalah semata-mata untuk kebaikanku. Kau teramat sangat menyayangiku, hingga tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padaku.
Ternyata kau juga merasakan hal yang sama. Kita berdua mulai saling merindukan. Saat liburan tiba, kau selalu memasakkan makanan kesukaanku. Kau tak pernah lagi melarangku. Mungkin karena aku telah dewasa. Kepercayaan mulai kau tanamkan padaku. Kita tak pernah lagi bertengkar, kau mulai menanyai warna kesukaanku, kau memperbolehkanku memilih baju yang aku suka. Kau mulai memperbolehkanku berteman dengan siapa saja.
Saat lulus, aku memutuskan untuk tetap tinggal terpisah darimu. Aku bekerja sambil membiayai kuliahku. Namun lagi-lagi kau masih saja mengirimiku uang untuk membayar SPP-ku. Kau membelikanku Laptop, bahkan setiap dua mingggu sekali kau sering mengirimiku persediaan makanan, padahal kiriman sebelumnnya belum habis.
Sampai aku lulus kuliah, kau masih saja memanjakanku, masih rutin mengirimiku persediaan makanan, kadang membiayai kosku. Mengirimiku kue-kue kesukaaanku. Bahkan rutin mengirimiku kado ulang tahun setiap tahunnya.
Setiap hari kau sering menelponku, menanyakan kabarku, menanyakan kegiatanku. Kau selalu bangga dengan prestasi yang kuraih. Aku masih ingat dulu, kau pernah memarahiku karena hobby menulis Diary, katamu orang yang sering menulis buku harian akan cepat mati. Entah dari mana kepercayaan itu. Yang jelas, semua cerpen yang kutulis dikertas, kau buang begitu saja. Tapi sekarang, semua berbeda. Saat cerpen pertamaku dimuat dikoran. Kau foto copy perbanyak dan menyebarkannya keseluruh anggota keluarga kita. Begitu juga saat aku memenangkan lomba menulis surat, hampir seisi kampung kau beritahu.
Saat ulang tahunku yang ke-24 kau datang menemuiku langsung ke Gorontalo. Merayakan bersama-sama. Kau juga mulai mencemaskan tentang jodohku. Kau mulai repot bertanya-tanya ini itu. Ah.. kau terlalu peduli padaku, teramat peduli. Maafkan aku atas kesalahanku yang dulu-dulu.
Dulu kau sering melarangku, sekarang kaulah orang pertama yang selalu mendukungku. Kaulah orang pertama yang teramat peduli padaku. Kita sering bertanya kabar lewat telpon berjam-jam. Kau masih saja sering mengirimiku persediaan makanan. Mengirimu  uang, bahkan masih tetap rutin mengirimiku kado ulang tahun, padahal usiaku sekarang sudah 26 tahun. Namun perlakuanmu tak pernah berubah, masih tetap menganggapku sebagai adik kecilmu yang cengeng.
Sampai kapanpun, aku takkan pernah bisa membalas semua pengorbananmu untukku. Kau adalah wanita terhebatku. Kau bisa menjadi Ibu sekaligus Ayah buatku. Terimakasih, Kak. Aku menyayangimu. Sungguh, sangat menyayangimu.
Selamat ulang tahun yang ke-34 Kak…
Semoga segala cita-cita muliamu tercapai, Semoga segala keinginanmu untukku terkabul, Semoga Allah selalu mengabulkan segala pintamu, Semoga Allah melipat gandakan rezekimu, Semoga Allah senantiasa menjagamu, dan semoga aku masih punya kesempatan untuk bisa membahagiakanmu.

Aku mencintaimu Kakak, Selalu dan selamanya.



copas picture:
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-5Pqyw5msYWI%2FVrcLwUzlkPI%2FAAAAAAAABuY%2F3-GzwupS5F8%2Fs1600%2Fkata%252Bkata%252Bucapan%252Bselamat%252Bulang%252Btahun%252Buntuk%252Bkekasih.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fucapanselamatulangtahun123.blogspot.com%2F2016%2F02%2Fkata-kata-ucapan-selamat-ulang-tahun-untuk-kekasih.html&docid=6iIPiP9MYet6DM&tbnid=8dVW4BC6q2sd5M%3A&w=1000&h=667&bih=619&biw=1034&ved=0ahUKEwjc7MTY4LvNAhWEsI8KHSO7B5oQMwiIAShhMGE&iact=mrc&uact=8

0 komentar:

Posting Komentar